BEKASISERU — Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat tidak sekadar menjadi panggung perebutan medali antarkontingen daerah. Ajang empat tahunan ini diposisikan sebagai Rantai pembinaan strategis dalam mematangkan kualitas atlet Jawa Barat menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga Asian Games.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa penyiapan fasilitas olahraga bertaraf internasional dan besarnya porsi cabang olahraga yang dipertandingkan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mencetak atlet berdaya saing global.
“Keikutsertaan kegiatan Porprov XV ini bagian dari persiapan PON, setelah itu Asian Games. Kita pastikan bibit atlet Jawa Barat tidak kekurangan, baik melalui KONI maupun pemerintah daerah,” ujar Tri Adhianto dalam Rapat Koordinasi Persiapan Porprov XV Jabar di Aula Nonon Sontanie, Kota Bekasi, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Tri, kompetisi yang kompetitif dan didukung oleh venue yang presisi—seperti lintasan atletik standar internasional, skate park, hingga arena panjat tebing bernilai Rp 5 miliar—akan memberikan pengalaman bertanding yang ideal bagi para atlet muda.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan hal senada. Dalam arahannya, Gubernur menginstruksikan seluruh kepala daerah dan jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) se-Jawa Barat untuk mengawal proses regenerasi atlet secara serius sejak tingkatan daerah.
Melalui sinergi antara kesiapan infrastruktur Kota Bekasi dan pengawasan pembinaan dari Pemprov Jabar, Porprov XV diharapkan mampu melahirkan jajaran atlet unggulan yang siap memperkuat kontingen Jawa Barat dan Indonesia pada ajang olahraga bergengsi tingkat dunia.






