BEKASI SERU – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyatakan optimismenya bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bantargebang dapat menjadi salah satu proyek percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern dan energi terbarukan di Indonesia.
Optimisme tersebut disampaikan Sardi usai melakukan kunjungan kerja ke fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik milik Wangneng Environment di Huzhou, Tiongkok. Kunjungan dilakukan untuk memastikan kesiapan perusahaan yang akan menggarap proyek strategis nasional (PSN) di Kota Bekasi tersebut.
Menurut Sardi, pengalaman dan teknologi yang dimiliki Wangneng Environment menjadi salah satu faktor utama yang membuat DPRD Kota Bekasi semakin yakin terhadap keberhasilan pembangunan PSEL Bantargebang.
“Dengan pengalaman yang dimiliki Wangneng, kami semakin yakin PSEL Bantargebang dapat menjadi proyek strategis nasional yang sukses dan memberikan dampak positif bagi Indonesia, khususnya Kota Bekasi,” ujar Sardi, Minggu (28/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sardi didampingi Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Harhary, dan Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, H. Anton. Mereka melihat langsung operasional fasilitas pengolahan sampah modern yang telah diterapkan di berbagai wilayah di Tiongkok.
Sardi menjelaskan, Wangneng Environment memiliki pengalaman sekitar 33 tahun di bidang energi dan telah membangun serta mengoperasikan sekitar 30 fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan proyek serupa di Kota Bekasi.
Menurutnya, keberhasilan PSEL Bantargebang nantinya tidak hanya akan memberikan manfaat bagi Kota Bekasi, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi persoalan pengelolaan sampah.
“Kami berharap PSEL Bantargebang dapat menjadi contoh bagaimana persoalan sampah dapat diselesaikan dengan memanfaatkan teknologi modern dan tetap memperhatikan aspek lingkungan,” katanya.
Selain menyelesaikan persoalan persampahan, Sardi menilai proyek tersebut juga berpotensi memberikan manfaat lain, seperti produksi energi terbarukan, peningkatan kualitas lingkungan, transfer teknologi, hingga pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia menambahkan, DPRD Kota Bekasi akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai aturan, transparan, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Kami ingin memastikan proyek ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sardi juga menilai konsep pembangunan PSEL Bantargebang yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik menjadi nilai tambah yang dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap fasilitas pengolahan sampah.
Menurutnya, pembangunan PSEL modern harus mampu menghadirkan keseimbangan antara teknologi, lingkungan, dan kebutuhan sosial masyarakat.
“Ini bukan sekadar membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun masa depan Kota Bekasi yang lebih bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan. Kami optimistis PSEL Bantargebang akan menjadi contoh bagaimana teknologi, lingkungan, dan kepentingan masyarakat dapat berjalan beriringan,” pungkasnya.






