BEKASISERU – Ketua DPRD Kota Bekasi, , meninjau langsung fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) milik Wangneng Environment di China yang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempelajari teknologi yang akan diterapkan dalam pembangunan PSEL Bantargebang, Kota Bekasi. Dalam peninjauan tersebut, Sardi bersama rombongan melihat secara langsung proses pengolahan sampah hingga menjadi energi listrik.
Menurut Sardi, kapasitas pengolahan yang dimiliki fasilitas Wangneng menunjukkan bahwa teknologi waste-to-energy mampu menjadi solusi efektif untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk yang besar.
“Kami melihat langsung bagaimana fasilitas ini mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah setiap hari. Ini menjadi gambaran nyata bahwa pengolahan sampah modern dapat dilakukan dengan kapasitas besar dan tetap terkendali,” ujar Sardi.
Ia menjelaskan, proses pengolahan sampah di fasilitas tersebut dilakukan melalui teknologi insinerasi modern. Sampah yang masuk ke dalam fasilitas dibakar menggunakan tungku berteknologi tinggi sehingga menghasilkan panas dalam jumlah besar.
Panas hasil pembakaran kemudian dimanfaatkan untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi. Selanjutnya, uap tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit yang menghasilkan energi listrik.
Selain melihat proses pembakaran, Sardi dan rombongan juga mengunjungi ruang kendali utama atau control room yang menjadi pusat pengawasan seluruh aktivitas operasional. Di ruangan tersebut, seluruh proses pengolahan dipantau melalui dashboard digital yang terintegrasi.
“Dari dashboard yang kami lihat langsung, seluruh proses operasional dikendalikan secara digital dan dapat dipantau secara real time. Ini menunjukkan bahwa pengolahan sampah modern memang sangat mengandalkan teknologi,” katanya.
Menurut Sardi, teknologi yang diterapkan Wangneng akan menjadi referensi utama dalam pembangunan PSEL Bantargebang yang saat ini masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).
PSEL Bantargebang sendiri direncanakan mampu menghasilkan sekitar 15 megawatt (MW) listrik dari pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan. Meskipun luas lahan yang tersedia di Kota Bekasi sekitar enam hektare, ia memastikan prinsip teknologi yang digunakan tidak akan berbeda jauh dengan fasilitas yang dikunjungi di China.
“Kami semakin optimistis karena sudah melihat implementasinya secara langsung. Teknologi ini bukan konsep di atas kertas, tetapi sudah beroperasi dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Sardi menambahkan, fasilitas Wangneng tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga menerapkan sistem pengendalian emisi dan pengelolaan residu untuk meminimalkan dampak lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan dalam rencana pembangunan PSEL di Kota Bekasi.
Ia berharap pembangunan PSEL Bantargebang dapat segera memasuki tahap groundbreaking yang berdasarkan informasi sementara diperkirakan berlangsung pada 8 atau 9 Juli 2026, dengan menyesuaikan agenda Presiden Republik Indonesia, .
Melalui pembangunan PSEL Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sistem landfill, menghasilkan energi terbarukan, serta menghadirkan solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah perkotaan.
Keyword SEO: Sardi Efendi, PSEL 1.500 Ton Sampah, Wangneng China, PSEL Bantargebang, Pengolahan Sampah Jadi Listrik Bekasi.






